Balai yasa (railway workshop) merupakan fasilitas perawatan berat sarana perkeretaapian yang berbeda secara fungsi dan tingkatan dari depo. Balai yasa merupakan tempat untuk melakukan semi perawatan akhir (SPA) berjangka dua tahunan, pemeliharaan akhir (PA) berjangka empat tahunan, serta perbaikan dan modifikasi sarana perkeretaapian, sementara depo menangani perawatan harian, enam bulanan, ataupun satu tahunan. Teknisi di Balai Yasa menjalankan tugas pemeriksaan (inspection), perawatan (maintenance), dan perbaikan sarana perkeretaapian (Hidayat & Mahardiono, 2015). Balai Yasa juga berperan dalam melakukan modifikasi sebagai bentuk inovasi terhadap sarana-sarana yang telah berusia tua (Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2024). Di Indonesia, beberapa Balai Yasa yang masih beroperasi antara lain Balai Yasa Manggarai, Balai Yasa Yogyakarta, Balai Yasa Surabaya Gubeng, dan Balai Yasa Lahat.
Referensi:
Hidayat, T., & Mahardiono, N. A. (2015). Evaluasi perawatan sarana perkeretaapian di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 17(2). https://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnaldarat/article/view/145
Mazruk, S. S., & Aslami, N. (2022). Analisis sistem evaluasi perawatan sarana kereta api di Balai Yasa Pulubrayan Medan. Jurnal Jurma: Jurnal Program Mahasiswa Kreatif, 6(1).
Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. (2024). Balai Yasa Surabaya Gubeng (bengkel kereta KAI Daop VIII Surabaya tahun 2018–2023). Avatara, Universitas Negeri Surabaya.